Sejarah Gutta Percha, Komoditas Sukabumi yang Mendunia

MataSosial.com

Matasosial.com, Sukabumi, 02 Maret 2026 – Nama Gutta Percha mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, tapi bagi Sukabumi, komoditas ini pernah jadi primadona dunia. Sejarahnya panjang, dimulai dari akhir abad ke-19 ketika Pabrik Gutta Percha Tjipetir berdiri pada tahun 1885 di Desa Cipetir, Kecamatan Cikidang, Sukabumi. Dari sinilah getah perca yang dihasilkan pohon tropis bernama Palaquium Gutta mulai dikenal luas hingga ke Eropa dan Asia Timur.

Apa Itu Gutta Percha?

Gutta Percha adalah getah alami berwarna gelap yang dihasilkan dari pohon Palaquium Gutta. Tanaman ini tumbuh di kawasan Asia Tenggara hingga Australia Utara. Di Indonesia, lebih dikenal dengan sebutan getah perca. Getah ini punya sifat isolatif, tahan air, dan elastis, sehingga sangat berguna dalam industri.

Peran Penting di Dunia

Pada abad ke-19, Gutta Percha jadi bahan utama untuk melapisi kabel telegraf bawah laut. Sifatnya yang tahan air membuat komunikasi antar-benua bisa berjalan lancar. Kabel-kabel yang menghubungkan Eropa, Asia, dan Amerika dilapisi dengan getah dari Sukabumi. Inilah yang menjadikan Gutta Percha sebagai salah satu komoditas strategis dalam revolusi komunikasi dunia.

Jejak Mendunia

Produk Gutta Percha dari Sukabumi bahkan sempat ditemukan di pantai-pantai Eropa lebih dari satu abad setelah masa kejayaannya. Temuan ini jadi bukti betapa luasnya distribusi komoditas ini di masa kolonial dan bagaimana jejaknya masih bisa dilacak hingga kini.

Warisan Sejarah

Selain nilai ekonominya, Gutta Percha juga meninggalkan jejak budaya dan sejarah di Sukabumi. Pabrik Tjipetir bukan hanya simbol industri kolonial, tapi juga bagian dari identitas lokal yang kini bisa dikembangkan sebagai historical tourism.

Gutta Percha bukan sekadar getah pohon, tapi bagian dari sejarah global yang pernah mengangkat nama Sukabumi ke panggung dunia. Dari kabel telegraf bawah laut hingga jejak di pantai Eropa, komoditas ini membuktikan bahwa Sukabumi punya warisan mendunia yang layak dikenang dan dikembangkan sebagai potensi wisata sejarah.

Semua informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Ramdan Rustarmono, yang menegaskan bahwa potensi sejarah Gutta Percha adalah aset berharga untuk memperkenalkan Desa Cicareuh ke dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *