Matasosial.com, – Sukabumi, 11 November 2025 — Polemik pencurian di Pasar Semi Modern Palabuhanratu memasuki babak baru. Ketua Perkumpulan Warga Pasar (Perwapas), Karyadi, akhirnya angkat bicara, membongkar fakta mengejutkan yang memperkuat keresahan para pedagang: salah satu terduga pelaku pencurian diduga merupakan petugas keamanan pasar itu sendiri.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Karyadi menegaskan bahwa kasus kehilangan barang dagangan di Blok B bukanlah insiden tunggal. Berdasarkan penelusuran Perwapas, praktik pencurian telah berlangsung berulang kali, bahkan sebagian pedagang mengaku kehilangan setiap bulan.
“Kami sudah konfirmasi langsung ke lapangan. Banyak kios mengeluh karena barang mereka hilang, padahal setiap hari mereka bayar uang keamanan dan retribusi. Pertanyaannya, tanggung jawab keamanan ini ada di tangan siapa?” tegas Karyadi.
Menurutnya, pengelolaan kebersihan dan keamanan pasar mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 16, yang menyerahkan pengelolaan kepada pihak ketiga. Namun, hasil pertemuan antara Perwapas, UPTD, korban, dan perusahaan keamanan mengungkap bahwa salah satu terduga pelaku adalah karyawan dari perusahaan tersebut.
“Kami sudah minta klarifikasi ke direktur perusahaan pihak ketiga. Kalau memang benar ada petugas mereka yang terlibat, harus ada sanksi tegas. Jangan dibiarkan,” ujarnya.
Karyadi menyebut bahwa laporan resmi telah diterima oleh Polres Sukabumi, dan saat ini pihaknya bersama UPTD tengah menunggu tindak lanjut dari aparat kepolisian.
“Proses hukum sudah berjalan. Kami hanya mengawasi dan memastikan korban mendapat perlindungan hukum yang layak,” kata Karyadi.
Selain kasus pencurian, Karyadi juga menyoroti berbagai persoalan yang membelit pasar, mulai dari tagihan kios yang membengkak, banjir, hingga tekanan ekonomi akibat persaingan dengan perdagangan daring. Menurut data sensus internal, jumlah pedagang aktif kini hanya tersisa sekitar 60 persen dari total 900 pedagang terdaftar.
“Kami sudah beberapa kali mengajukan audiensi ke DPRD dan ke Bupati sejak April lalu, tapi belum ada tanggapan. Kami ingin keluhan pedagang didengar — dari masalah keamanan, banjir, sampai persoalan utang kios yang belum ada solusi,” terang Karyadi.
Ia juga mengkritisi sistem pembayaran kios yang sebelumnya dikelola oleh My Bank, namun kini dialihkan ke pihak lain tanpa kejelasan. Akibatnya, banyak pedagang kecil yang kini menanggung tagihan hingga ratusan juta rupiah.
“Bayangkan pedagang kecil yang utangnya dulu sekitar 50 juta, sekarang bisa ditagih sampai miliaran rupiah karena sistem limpahan. Ini harus ada penjelasan dan keadilan,” ujarnya tegas.
Karyadi menegaskan bahwa Perwapas akan terus mendorong transparansi dan perbaikan tata kelola pasar, termasuk evaluasi total terhadap perusahaan keamanan yang dinilai lalai dan diduga terlibat dalam praktik pencurian.
“Kami tunggu langkah tegas dari polisi. Kalau terbukti ada oknum keamanan terlibat, harus dicopot dan diproses hukum. Pasar ini milik rakyat, bukan tempat permainan pihak-pihak tertentu,” pungkasnya.






