Tiga Wajah Terekam CCTV: Siapa Dalang di Balik Pencurian Berulang di Pasar Palabuhanratu?

Mata Sosial Indonesia

Matasosial.com, Sukabumi, 6 November 2025 — Pasar Palabuhanratu kembali diguncang kasus pencurian yang meresahkan. Kali ini, Blok B menjadi sasaran, dengan kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Peristiwa terjadi pada Rabu malam dan langsung memicu kekhawatiran para pedagang yang merasa keamanan pasar semakin tak terjamin.

Menurut sejumlah pedagang, kejadian seperti ini bukanlah hal baru. Polanya pun nyaris identik: aksi dilakukan secara senyap di malam hari, barang dagangan dibawa kabur, dan pelaku tak tersentuh.

“Kalau dihitung-hitung, total kerugian saya saja sudah hampir tiga puluh juta. Belum pedagang lain yang juga kehilangan barang tiap minggu,” ujar Dian (34), pedagang sembako dan sayuran.

Barang-barang yang raib meliputi kebutuhan pokok seperti kopi, bawang merah, minyak goreng, hingga sayuran segar. Namun yang paling mengejutkan, rekaman CCTV milik salah satu pedagang berhasil merekam aksi tiga orang pelaku. Satu orang terlihat mengambil barang, sementara dua lainnya berjaga di sekitar lokasi.

“Videonya jelas banget. Satu ngambil, dua orang lain ngawasi. Dari wajahnya sudah kelihatan, ini bukan orang asing di pasar,” kata Dian.

Dugaan pun mengarah pada sosok yang tak asing: seorang pengamen, warga sekitar, dan—yang paling mengkhawatirkan—oknum petugas keamanan pasar. Padahal, setiap kios diketahui rutin membayar iuran keamanan harian sebesar lima ribu rupiah, di luar retribusi resmi.

“Kami bayar keamanan tiap hari, tapi tetap aja barang hilang. Bukan cuma saya, hampir semua kios di blok sini udah pernah kena,” keluh Egi, pedagang sayur di Blok A.

Kondisi ini membuat para pedagang semakin kehilangan rasa aman. Mereka mendesak pengelola pasar dan UPTD Pasar Palabuhanratu untuk segera turun tangan dan menindaklanjuti laporan yang selama ini dianggap tak berujung.

Ivan, salah satu pedagang lain, menyebut bahwa hampir setiap bulan ada laporan kehilangan. Ia menduga pelaku sudah hafal betul situasi pasar dan memilih waktu sepi untuk beraksi.

“Rata-rata pelaku udah dikenal orang sini. Cuma baru kelihatan jelas waktu CCTV dipasang. Diduga yang ngaku-ngaku petugas keamanan itu juga ikut,” ujarnya.

Terkait dugaan keterlibatan oknum keamanan, para pedagang berharap aparat segera bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Kalau terus dibiarkan, pasar ini bukan tempat usaha lagi, tapi tempat maling cari untung,” sindir seorang pedagang senior dengan nada kecewa.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pengelola pasar dan aparat keamanan. Di tengah harapan pedagang untuk mencari nafkah, rasa aman seharusnya bukan barang mahal. Kini, semua mata tertuju pada rekaman CCTV—dan pada langkah nyata yang ditunggu-tunggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *