Iman Adinugraha: Setahun Menjembatani Aspirasi Sukabumi, Dari Bencana Hingga Jeritan UMKM

Mata Sosial Indonesia

BERITA, DPR RI78 Dilihat

Matasosial.com,- Sukabumi, Minggu (09/11/2025) — Genap satu tahun Iman Adinugraha menjalankan tugas sebagai Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Demokrat. Di tengah kesibukan politik di Senayan, Iman tetap konsisten membagi waktu untuk turun langsung ke Dapil Sukabumi, menyerap keluhan warga dan memperjuangkan solusi nyata.

“Sukabumi ini daerah bencana. Selama satu tahun saya mencatat hampir enam kali terjadi banjir dan longsor. Sebarannya luas, tidak hanya di satu titik. Maka saya terus mendorong agar pemerintah pusat segera memperbaiki infrastruktur dan irigasi sungai yang menjadi pemicu banjir,” ujar Iman saat ditemui di Rumah Aspirasi Sukabumi belum lama ini.

Iman menegaskan bahwa suara masyarakat adalah bahan utama perjuangannya di DPR. Ia tak hanya bicara di ruang rapat, tapi juga hadir saat warga membutuhkan. Ketika banjir melanda, bantuan sembako ia siapkan sendiri. Ketika keluhan datang, Rumah Aspirasi menjadi tempat terbuka setiap hari.

“Alhamdulillah, selama satu tahun ini saya bisa membagi waktu antara kerja politik di Senayan dan kerja sosial di Dapil. Karena pesan pemimpin kami, Pak AHY dan Mas Ibas, jelas: perhatikan rakyat, bantu rakyat, carikan solusi, jangan dijauhi,” tambahnya.

Di Rumah Aspirasi, keluhan datang silih berganti. Dari persoalan infrastruktur, energi, hingga jeritan ekonomi. Salah satu yang paling menyentuh adalah keluhan ratusan ibu-ibu yang terjerat bank keliling dan rentenir.

“Banyak masyarakat kecil, pelaku UMKM, yang tidak bisa mengakses KUR karena syaratnya terlalu rumit. Akhirnya mereka terpaksa pinjam ke bank keliling, terjerat rentenir. Ini masif terjadi di daerah. Saya minta agar KUR benar-benar dicek, apakah sampai ke masyarakat bawah,” tegas Iman.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat sering menganggap DPR sebagai “dewa penyelesai masalah,” padahal fungsi legislatif adalah menjembatani, bukan mengeksekusi. Eksekusi ada di tangan bupati, gubernur, dan presiden. Namun, sebagai wakil rakyat, Iman merasa bertanggung jawab untuk terus menyuarakan dan memperjuangkan solusi.

“Setiap hari ada keluhan. Kalau bisa dihitung, seminggu itu puluhan. Ini menunjukkan bahwa kondisi di bawah masih berat. Maka saya akan terus hadir, mendengar, dan menjembatani,” tutupnya.

Dengan ritme kerja yang membagi waktu antara Senayan dan Sukabumi, Iman Adinugraha menunjukkan bahwa politik bukan sekadar wacana, tapi kerja nyata yang menyentuh akar persoalan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *